Gadis Cantik Kantoran

Gadis Cantik Kantoran

Seorang gadis tampak masih sibuk didepan meja kantornya
sementara teman-temannya sudah pulang meninggalkannya terlebih dahulu. Wajahnya
yang cantik tampak kelelahan, ia menghela nafas panjang kemudian mulai membereskan kertas-kertas yang berserakan diatas meja,

tubuhnya menggeliat-geliat kesana kemari untuk menghilangkan rasa pegal dan penat akibat bekerja seharian.

Fira nama gadis itu, seorang gadis yang cantik jelita dengan tubuh yang seksi, umurnya baru berusia 24 tahun

buah dadanya tidak terlalu besar namun tampak keras tercetak dari balik pakaian kerjanya, tubuhnya ramping berlekuk, kulitnya halus , putih dan mulus.

“Sudah selesai Non…” Pak Amin satpam di kantornya bertanya ketika Fira bangkit dari
kursinya.

“Ehhhh…. !! ” Fira terperanjat sambil menoleh kebelakang

“Sudah Pakk…., mari……” tanpa banyak basa basi Fira mohon diri.

Pak Amin tersenyum ramah, matanya memandangi goyangan pinggul Fira dari belakang,
goyangan indah yang menggoda mata laki-laki normal.

“Ckk Ckk Ck… udah cantik,,, rajin,,, ”

TELAHDEWASA – “he he he,jangan-jangan rajin juga diatas ranjang ” senyum nakal menghiasai
wajah Pak Amin

kemudian tangannya mematikan lampu diruangan itu dan kemudian melangkah menyusul langkah Fira

mata Pak Amin memandangi Fira dengan tatapan matanya yang tajam, sesuatu diselangkangannya berontak dan membuat permukaan celana satpamnya menggembung.

Pak Amin bekerja sebagai Satpam disebuah perusahaan swasta, wajahnya garang ,
tubuhnya tinggi besar ,

Dengan kepalanya yang botak pelontos mirip banget kayak telur dinosaurus… ia selalu setia menjaga asset perusahaan dari incaran para maling di malam hari.

“Dukkkkkkkk…., Whuaduuhhhhh…….” Pak Amin menabrak kaca, rupanya tanpa sadar Pak
Amin melangkahkan kakinya terus-maju dan maju tergoda oleh goyangan pinggul Fira.

“Sialannnn….!! ” Pak Amin mengusap-ngusap jidatnya kemudian setelah menghela nafas
panjang Pak Amin kembali ke pos jaganya,

Sesekali telapak tangannya mengelus dan meremas sesuatu yang menggebung dipermukaan celananya sebelah selangkangan sambil membayangkan perbuatan-perbuatan terlarang bersama Fira yang semakin lama semakin liar dan sulit untuk dibendung.

Fira Gadis Cantik Kantoran -Semakin sering Fira bekerja lembur semakin sering pula Pak Amin memperoleh kesempatan untuk mencuri-curi pandang

menatap tubuh Fira dari belakang, mengintip pangkal paha Fira yang kadang-kadang tersibak dari balik rok mini ketat yang dikenakannya.

“Tungggggg…”

batang kemaluan Pak Amin kembali tegang ketika mengintip pangkal paha Fira dari balik kaca jendela ketika gadis itu sedang bekerja lembur. Pada suatu hari ketika
gadis itu lembur diruangannya…

“Toloooonnnnngggg…!!! ” tiba – tiba terdengar teriakan Fira, dengan terburu-buru Pak Amin
berlari kearah ruangan kantor Fira,

“Brakkkkk……”

Pak Amin membuka pintu ruangan itu dengan kasar, matanya melotot melihat Fira naik k eatas meja,

tapi yang membuat Pak Amin lebih melotot adalah posisi kedua kaki Fira yang sedikit terbuka menampakkan selangkangan gadis itu yang masih terlindungi oleh kain berbentuk segitiga.

“Ada apa…?!! Ada apa…?!! “

Pak Amir memasang kuda-kuda siap untuk bertempur bahkan melawan 10 orang penjahat sekaligus demi membela Fira yang cantik dan putih mulus.

“Iii… ituuu Pakkkk….” Fira menunjuk kearah tumit Pak Amin

Secara reflek Pak Amin menekuk kepalanya dan berteriak keras

“MAMPUSSSSS…DAHHHH!!!! Ihhhhhhhhhh”

Pak Amin terkejut dan ikut melompat naik keatas meja, sementara seekor tikus besar berlari ketakutan ketika mendengar teriakan pak Amin yang keras, bahkan lebih keras dari bunyi geledek sekalipun.

Fira Gadis Cantik Kantoran – Nafas Pak Amin tiba-tiba tertahan ketika kesadarannya mulai pulih akibat terkejut tadi

kedua tangannya berpegangan pada sesuatu yang kenyal dan hangat, perlahan-lahan Pak
Amin menolehkan kepalanya.

mata Pak Amin melotot ketika menyadari kedua tangannya berpegangan pada gundukan buah dada Fira,

Wajah Fira bersemu kemerahan sementara mulutnya terbuka lebar tanpa dapat mengucapkan sebuah katapun.

(Red : Please Don’t Try This At Office….^^, ) Fira menarik tubuhnya mundur sehingga ia
hampir terpelanting dari atas meja, “Ehhhhhhhhhhhhhhhhhh…… Awwwwwwwwwww…..!! ”

“Awassss…..!! … Heuppp…!!” Pak Amin buru-buru merengkuh pinggang Fira, kini posisi
mereka berdua bertambah parah.

wajah Pak Amin menempel didepan payudara Fira, sementara Fira mengalungkan kedua lengannya pada leher pak Amin karena takut terjatuh dari atas meja.

“Ehhhh…, jangan pakkk…, jangannnn…”

Fira berusaha berontak dengan sekuat tenaga namun tangan Pak Amin malah semakin erat
membelit pinggang Fira yang ramping., “Lepaskan…!! ”

kedua tangan Fira yang mungil berusaha mendorong bahu Pak Amin, ketika laki-laki itu berusaha menindih tubuhnya, Fira mendorongkan tangannya sekuat tenaga.

“Weittttt……Gubrakkkkk!!! “

Pak Amin berteriak kaget, Siapa sangka tenaga Fira cukup besar untuk mendorong tubuh Pak Amin sehingga pak Amin terpelanting dari atas meja , dalam keadaan terlungkup.

“Nga Hakk…!! ” Pak Amin melotot ketika batang kemaluannya menyetubuhi Lantai kantor
yang keras. “Wadawwwww…..!! ” Pak Amin kembali berteriak keras karena Fira menjadikan
bokongnya sebagai pijakan sehingga batang kemaluannya semakin dalam melesak
menyetubuhi lantai kantor..

Fira Gadis Cantik Kantoran – Sambil mengaduh-ngaduh Pak Amin perlahan-lahan merangkak dan kemudian berusaha berdiri,

Pak Amin gagal memerawani lantai kantor ang terlalu keras untuk ditembus oleh batang kemaluannya. (Red : WAhhh…!!) Pak Amin melangkahkan kakinya keluar, matanya mencari-cari si cantik Fira.

Eh itu dia, koq jalannya tertatih-tatih, dengan semangat Pak Amin berlari kecil menghampiri
gadis itu, Fira tampak ketakutan ketika pak Amin mencegatnya.

sementara dirinya tidak mungkin untuk berlari menghindari pak Amin , pergelangan kakinya terkilir dan terasa sakit.

“Jangan… pakkk….!! Awww….” Fira terkejut ketika Pak Amin begitu sigap membopong tubuh
mungilnya.

Dengan bersemangat Pak Amin membopong tubuh Fira masuk kembali kedalam
ruangan kantornya,

kemudian mendudukkan Fira di sisi meja, setelah mengunci pintu ruangan Pak Amin mendekati Fira, kemudian Pak Amin berlutut dihadapan Fira.

Kemudian terdengarlah suara rintihan-rintihan keras…..

“Owwww…..!!”

“Aduhhhhhh…., Ahhhh…, Ahhhhh”

“Jangan,,,,, Pakkkkkk…., Jangannnn Aduhhhh…..”

“Aduhhhhh..,,, Duuuuuuhhhhh….”

“Owwwwwww……..”

“Nahhhhh….,, Coba sekarang berdiri…….,,,”

“yakkk bagus,,,, betul begitu…..”

“Coba,,, digoyang-goyangkan,,, jangan diam begitu,,, Sipppppp”

“Yawdahh…., kalo udah ngak sakit.,,,coba digerak-gerakkan”

Fira Gadis Cantik Kantoran – Tidak berapa lama pintu ruangan kantor itu terbuka , Pak Amin melangkah keluar dari dalam ruangan kantor itu, dan Fira keluar mengikuti langkah Pak Amin ,

Dengan telapak tangannya gadis itu mengusap keningnya yang berpeluh, baju kerjanya terlihat sedikit basah.

“Pakkk… Amin makasih yahhhh…, udah diurut,, sekarang kaki Fira ngak sakit lagi…..” Fira
berterimakasih pada Pak Amin.

“Iya, ngak apa.. apa Non,,, tapi jangan terlalu sering jalan-jalan dulu yah,,besok kan hari
minggu,, istirahat yang baik ya”

Pak Amin menasihati Fira.

(Red : Hayoooooo ngaku,pada mikirin apa ??? , jangan mikir kemana – mana dulu he he he
he, untuk sementara Pak Amin Cuma ngurut pergelangan kaki Fira yang terkilir koqqq ^^ )

Senin pagi

“Met Pagi, Pak Aminnn…” Fira menyapa pak Amin dengan ramah.

“Pagi, Non Fira….” Pak Amin balas menyapa Fira, deg-deg-deg, jantung pak Amin berdetak
semakin kencang ketika Fira melemparkan senyuman manisnya kemudian melangkahkan
kakinya dengan santai.

Sudah berhari-hari Pak Amin kecewa, gadis itu selalu pulang lebih cepat bersama temanteman sekantornya,

Senin-Selasa-Rabu-Kamis-Jumat bahkan sampai Hari Sabtu, si cantik Fira tidak lagi lembur diruangan kantornya Pak Amin merasa kecewa, sangat teramat kecewa.

Hari Minggu pagi Pak Amin manyun di pos jaganya, cemberut karena sudah seminggu Pak Amin tidak mendapatkan jatahnya mengintip sepasang kaki mulus Fira dari balik jendela kantor di ruangan dimana gadis itu bekerja.

“Pagiii, Pak Aminnnn”

Fira Gadis Cantik Kantoran – Pak Amin menolehkan kepalanya, wajahnya pucat karena kaget bercampur gembira, Fira si cantik yang sexy berdiri dihadapannya.

Gadis itu tampak sangat menggiurkan hari ini, dengan memakai kaos ketat berwarna pink dan bawahan rok mini ketat berwarna hitam.

“Mau lembur Nonnn ?? ” Pak Amin bertanya sambil menatap wajah Fira.

“Iya nih Pak.., kerjaan kemarin belum selesai….” Fira mengangguk kemudian menjawab
sejujurnya.

“Saya,, masuk duluan yah pak…” Fira mengakhiri pembicaraan mereka.

“Oo jangan!! Itu tugas saya untuk memasukkan kontol saya ke dalam memek,,Non Fira,

tugas Non Fira sih cuma ngangkang dan dimasukin….. aja koqq…… he he he ” Pak Amin
tersenyum ramah sambil menganggukkan kepalanya.

Andai saja Fira Tahu betapa kotornya pikiran Pak Amin……, dan betapa berbahayanya Pak
Amin saat ini yang memandangi tubuh gadis itu dari belakang dengan senyuman liciknya
yang mulai berkembang semakin lebar diwajah Pak Amin.

“Hhhhhh…..” Fira menghela nafas panjang, akhirnya selesai juga pekerjaannya yang
menumpuk walau harus dibayar dengan bekerja lembur di hari minggu.

matanya terasa berat dan mengantuk, setelah menguap lebar Fira menyandarkan punggungnya kebelakang

tanpa sadar Fira tertidur pulas dalam posisi kedua kakinya yang mengangkan dan kedua
tangannya terkulai kesamping.

Fira Gadis Cantik Kantoran – Seseorang masuk kedalam ruangan kantor tempat Fira bekerja, menghampiri Fira yang sedang tertidur pulas diatas kursi.

Pak Amin tersenyum kemudian setelah mengunci pintu pak Amin kembali menghampiri gadis itu.

Perlahan-lahan Pak Amin mengikat kedua kaki Fira dalam posisi mengangkang pada kaki
kursi.

kemudian menarik kedua tangan Fira dan mengikatnya kebelakang pada sandaran kursi, tidak lupa ia memplester mulut Fira dengan lakban berwarna hitam.

Pak Amin mendekatkan wajahnya pada wajah Fira, kemudian mengendus-ngendus rambut
Fira yang wangi.

sambil menatap wajah Fira perlahan-lahan kedua tangan pak Amin merayap mengelusi kedua paha Fira yang mengangkang, gerakan-gerakan tangan Pak Amin mulai mengusik tidur Fira yang pulas.

“Wmmmmhh….,, ” Fira menggeliatkan tubuhnya, perlahan-lahan gadis itu membuka kedua
matanya. Tubuh Fira meronta-ronta ,

matanya menatap wajah Pak Amin, gadis itu tampak ketakutan menyadari kondisi tubuhnya yang terikat erat pada kursi dalam posisi kedua kakinya yang mengangkang.

“Wmmmhhhh… wmmmmmhhff” Fira menggeleng-gelengkan kepalanya ketika tangan pak
Amin menyibakkan rok mininya keatas sampai tersangkut dipinggul gadis itu. “He he he he
he…..” Mata Pak Amin menatap selangkangan Fira yang masih ditutupi oleh secarik kain
segituga berwarna putih.

Jari telunjuk pak Amin bergerak menyusuri permukaan celana dalam Fira seolah-olah sedang menggoda dan mempermainkan gadis itu kemudian menekan-nekan permukaan
celana dalam gadis itu dalam gerakan teratur,

tepat dibagian bibir vaginanya yang membelah, sesekali jari telunjuk Pak Amin bergerak menekan-nekan dengan lembut.

“Gimana rasanya ? enak ya ? sampai basah gini…” Pak Amin mengusap permukaan celana
Fira yang mulai dibasahi oleh cairan kewanitaannya. Sesekali Fira memejamkan matanya
ketika tangan Pak Amin meremas lembut selangkangannya.

Mata Fira tampak sayu ketika Pak Amin menarik baju kaosnya keatas sampai tersangkut
diatas buah dada Fira yang berukuran sedang,

nafas Fira memburu kencang ketika Pak Amin menarik cup branya kebawah.

“Mmmmmhhhhhh……”

kepala Fira tergolek lemas kekanan ketika merasakan telapak tangan laki-laki tua itu yang terasa kasar merayapi bulatan buah dadanya yang halus dan lembut. Tubuh Fira terperanjat ketika merasakan telapak tangan Pak Amin meremas Bongkahan
buah Susunya.

“Lohh ? Kenapa ? Kaget ya ? Pasti kamu belum pernah ngerasain susu kamu diremasremas oleh laki-laki, santai aja…, jangan terlalu tegang,,, ha ha ha ha”

Pak Amin tertawa sambil kembali meremas-remas payudara Fira dalam gerakan-gerakan yang teratur.

Fira Gadis Cantik Kantoran – Jari jempol Pak Amin menekan-nekan puting Fira dan kemudian memijiti benda itu yang makin meruncing dan mengeras.

“Wmmmmmmhhh,,, Mmmmmmmmm”

Entah kenapa tiba-tiba Fira berani menatap mata Pak Amin, sesekali Mata Fira mengerjap-ngerjap menikmati remasan – remasan Pak Amin dibuah dadanya, mata Fira semakin sayu seperti orang sedang mengantuk.

Pak Amin menjepit putting susu Fira dengan jari tangannya kemudian, dipilin-pilinnya puting
itu dan ditarik-tariknya dalam gerakan-gerakan yang lembut.

“Brettt…. Bretttt…. Bretttt….”

sambil menatap wajah Fira, Tangan Pak Amin bergerak merobek dan merengut celana dalam Fira, sama sekali tidak tampak lagi ekspresi ketakutan diwajah gadis itu.

Pak Amin tersenyum lebar.

Perlahan-lahan tangan Pak Amin membuka lakban yang memplester mulut Fira, “Hahhh…
Ahhhhhhh…..” Mulut Fira terbuka lebar berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya.

mata Pak Amin menatap buah dada Fira yang bergerak-gerak seirama dengan tarikan nafas
gadis itu.

Bibir laki-laki tua itu mengejar bibir Fira yang mendesah-desah, tubuh Fira tersentak ketika
bibirnya bersentuhan dengan bibir Pak Amin. Tubuhnya bergetar hebat ketika tangan Pak
Amin menyelinap melalui celana dalamnya dibagian atas dan meremas – remas lembut
gundukan bukit kecil yang terbelah selangkangan Fira.

“Ahhhhh…, Pak Aminnnnhh, Ahhhhhh Mmmmmmhhhh” Pak Amin mengulum bibir Fira yang
terus mendesah-desah sambil sesekali memanggil nama laki-laki tua itu.

“Ohhhhhh……”

Fira semakin gelisah ketika ciuman Pak Amin menggeluti lehernya

“Shhhh…,Shhhhh..,,, Geli..,, Shhhh..,,, Ahhhhhhh”

Fira semakin sering mendesah-desah, suara desahan gadis itu sesekali disela oleh suara tawa Pak Amin yang terkekeh-kekeh.

Fira Gadis Cantik Kantoran – Laki-laki tua itu mengendus – ngendus payudara Fira kemudian mulutnya mencaplok puncak payudara Fira sampai gadis itu memekik kecil merasakan kenyotan-kenyotan mulut
Pak Amir dipuncak payudaranya sebelah kiri.

Sambil meremas-remas induk payudara Fira, lidah Pak Amin bergerak mengeliat-geliat
menggelitiki putting susu gadis itu, sesekali mulut Pak Amir mengenyot-ngenyot puncak
puting Fira.

“He he he…, susu kamu tambah asik neh.,,” Pak Amin semakin senang memainkan buah
dada Fira yang semakin kencang, membuntal padat dan keras kenyal, sesekali mulut Pak
Amir menggeluti payudara Fira bergantian dari yang kiri terus pindah kesebelah kanan.

“Ahhhhh….!! ” Fira memalingkan wajahnya ketika Pak Amin melepaskan celana dalamnya
yang dekil, sebuah benda besar menggantung diselangkangan Pak Amin, tampaknya benda
besar itu sudah siap untuk merengut keperawanan Fira.

Fira memejamkan matanya rapat-rapat ketika merasakan kepala kemaluan Pak Amin
menempel di bibir vaginanya, geli sekali rasanya ketika kepala kemaluan Pak Amin
mengesek-gesek belahan vaginanya yang semakin lama semakin merekah karena ditekantekan oleh kepala penis Pak Amin.

“AHHHHH…..!! ” Sebuah jeritan keras terdengar dari mulut Fira, gadis itu mengigit bibirnya
ketika merasakan lubang vaginanya seperti dibelah dua. Sebuah benda besar merobekrobek selaput daranya tanpa ampun, gadis itu terisak menangis , kepalanya terkulai lemas
menyadari laki-laki tua yang tengah mengayunkan batang kemaluannya telah merengut
kegadisannya.

“Cleppppp…. Clepppppp…. Clepppppp…. ” berulang kali batang kemaluan Pak Amin
bergerak keluar masuk di jepitan vagina Fira “Saya suka memek kamu, peret, seret he he he
he…., enak banget buat dientot…..” Pak Amin cengengesan sambil menyodok-nyodok
lubang vagina Fira dengan gerakan yang lembut.

Pak Amin menengokkan kepalanya kebawah, matanya menatap tajam pada batang
penisnya yang dilumasi oleh cairan kemerahan.

“Waduhhh…!!, darah perawan,, Ha Ha Ha…, !! ” Pak Amin tertawa senang ketika menyadari
dirinya adalah laki-laki pertama didunia ini yang menancapkan batang kemaluannya
kedalam vagina Fira.

Fira meringis kesakitan ketika Pak Amin menaikkan tempo tusukannya.

“Eihhhhh….! Masih sakit ya ??” Pak Amin tiba-tiba menghentikan gerakannya yang semakin
cepat mengocok-ngocok lubang vagina Fira, sambil tersenyum Pak Amin membelai rambut
Fira dan kembali mengayunkan batang kemaluannya perlahan-lahan.

“Ya , namanya juga maen sama perawan,, harus yang lembut kayak gini…Diayun-ayun,,”
Pak Amin berceloteh panjang lebar “Terus dikocok-kocok, pelan-pelan aja supaya jangan
terlalu sakit…. He he he”

“Ahhhh… Crrr Crrrrr….. Hhhsssshhhhh….” Fira mendesis panjang, lubang vaginanya
berkedut nikmat , tubuhnya seperti tersengat aliran kenikmatan yang berdenyut-denyut.
“Waaaaahh…!! Ha HA HA, akhirnya kamu ngecrot juga ya ? nikmat banget bukan ??”

“Hemmm,, duh kasihan kamu pasti pegal ya..,, ” Pak Amin mencabut batang kemaluannya
kemudian tangan Pak Amin melepaskan ikatan dikaki dan tangan Fira.

Fira menuruti keinginan Pak Amir yang menyuruhnya berdiri sambil bertumpu pada meja,
gadis itu menolehkan kepalanya kebelakang, menatap Pak Amin yang menarik pinggulnya
agar menungging, sesekali mata Fira terpejam ketika Pak Amin mengusapi dan meremasi
buah pantatnya yang mulus, halus dan padat.

“AHHHHHHHHHHHHHH……” Fira mendesah Panjang ketika merasakan batang kemaluan
Pak Amin kembali menyodok lubang vaginanya.

Tubuh Fira terdorong-dorong oleh penis pak Amin yang bergerak memacu lubang
vaginanya, “Arrrhhhh,, Arhhhhhhhhh,, “Fira mengerang semakin keras, tubuhnya semakin
kuat tersentak-sentak maju mundur.

“Plokkkk… Plokkkk…. Plokkkkk….” Suara benturan buah pantat Fira dan selangkangan Pak
Amin terdengar keras diiringi oleh rintihan – rintihan kecil Fira yang membuat pak Amin
semakin bersemangat menghentak-hentakkan batang kemaluannya.

Kepala Fira berkali -kali terangkat keatas sambil mendesah kuat ketika merasakan
sodokan-sodokan batang kemaluan Pak Amin yang terasa semakin nikmat menyodoknyodok lubang vaginanya dari belakang. Sesekali Pak Amin menekankan batang
kemaluannya dalam -dalam kemudian mengaduk-aduk isi vagina gadis itu sampai Fira
berulang kali merintih – rintih keenakan.”Cerita Gairah

“AAAA… ADUHHH PAKKKK…..” Fira menggeliat resah kemudian “Crrr Crrrrr…. Crrrr……
Glekkkk….” gadis itu menelan ludah, ketika kenikmatan itu kembali membenamkan dirinya
untuk semakin pasrah, digenjot-genjot oleh Pak Amin.

“Aduhhhh…, ngecrot lagi.,, jadi makin basah memeknya, , tapi nggak apa saya suka yang
basah-basah ,, makin licin makin asikk, makin lancar ngentotnya… makin enakkkkk…,,,
sedappppp,,, “Pak Amin mendekap pinggul Fira kemudian kembali membombardir vagina
Fira dengan lebih keras dan kencang “Plokkkk… Plokkkk… Plakkk… Plakkkkkkk Plokkkkk”
Suara benturan itu begitu mengasikkan untuk didengar,

“Ahhhh.., Ahhhh,, Pakkk Aminnnn,, Owwwww,, Aaaaawww…..”Fira memekik-mekik semakin
keras ketika Pak Amin semakin keras menghantam batang kemaluannya, punggung gadis
itu yang basah berulang kali diusap oleh Pak Amin.

Sambil terkekeh kekeh Pak Amin merayapkan kedua tangannya ke depan kemudian
menggenggam induk payudara Fira yang sudah basah oleh lelehan cairan keringatnya,
untuk sementara batang kemaluannya diam tidak bergerak dalam jepitan vagina Fira yang sempit, menikmati remasan-remasan dinding vagina Fira yang hangat ketika dinding vagina
gadis itu berkontraksi meremas benda asing yang masuk kedalamnya.

Tangan Pak Amir mengelus-ngelus, meresapi kelembutan payudara Fira sebelah bawah
kemudian meremas-remas induk payudara gadis itu. Pak Amin mencabut batang
kemaluannya kemudian duduk di kursi.

“Fira sini,,, kamu coba deh,, belajar ngentot…”

Fira menatap batang kemaluan Pak Amin, perlahan-lahan Fira mencoba untuk
mengangkangi batang kemaluan Pak Amin, Pak Amin menarik pinggang Fira untuk turun
ketika melihat Fira seperti serba salah, tampaknya Fira masih ragu-ragu untuk memasukkan
kembali batang kemaluan Pak Amin ke dalam lubang vaginanya.

“Ahhhhssshhhh,, Ahhhhhhh,,, ” Fira mendesah-desah ketika kepala penis Pak Amin kembali
menekan belahan vaginanya, Fira merasakan lubang vaginanya kembali melar dan disesaki
oleh kepala kemaluan Pak Amin yang bentuknya mirip “helm Full Face.” Nafas Fira
terengah-engah ketika berhasil menduduki batang kemaluan Pak Amin, vaginanya yang
mungil kini seperti dipanggang oleh batang kemaluan laki-laki tua itu.

“Ha Ha Ha Ha,, bagus, bagus,, sekarang coba kamu ayunkan pinggul kamu,, ” Pak Amin
menurunkan instruksi lebih lanjut.

Setelah berpegangan pada bahu Pak Amin, Fira mulai mencoba untuk mengayunkan
pinggulnya “Aaaaaa.,, Aaaaaa,,, Aaaaaah,, ” Fira mendesah hebat sambil menggeliatgeliatkan tubuhnya, pinggulnya bergerak terayun-ayun , berkali-kali Fira mendesis sambil
menengadahkan kepalanya k eatas.

“Ayoo,, Fira,, Kamu bisaaaaa!! Terusss..,, Ayooooo,,,” Pak Amin menyemangati Fira agar
gadis itu lebih hebat mengayunkan pinggulnya.

“Plakkkk,,, Plakkkkk,, lebih cepat,, lebih cepattttt,,,” Pak Amir menampari pantat Fira agar
gadis itu lebih cepat dan kuat mengayunkan pinggulnya.

“Ohhhh, Pakk Amirrr,,, Enakkk,, Pakkkk Enakkkk Esssshhhhhhh” Fira berteriak liar, gadis itu
seperti ditarik tanpa daya kedalam sebuah dunia baru..

Sebuah dunia yang dipenuhi oleh rintihan kenikmatan yang mengurungnya dalam sebuah
penjara, batang kemaluan Pak Amir membuatnya tidak dapat lagi keluar dari dalam penjara kenikmatan yang membuatnya semakin terlena, dan semakin terbuai oleh belaian nafsu
birahi.

“Awwww,,, Crrr Crrrrr…,, Blukkk….,, ” mendadak tubuh Fira roboh terhempas ke pelukan
Pak Amin yang terkekeh-kekeh memeluk erat-erat tubuh gadis itu, nafas gadis itu terputusputus sesekali Fira merintih lirih ketika Tangan Pak Amin meremas-remas bongkahan buah
pantatnya. Setelah berkali-kali mengecupi bibir gadis itu barulah Pak Amin mendorong
pinggul Fira agar Batang kemaluannya terlepas dari jepitan vagina Fira.

Pak Amin mendudukkan Fira di pinggiran meja kemudian kedua tangannya mencekal
pergelangan kaki gadis itu dan mengangkangkannya keatas.

“Brukkk,, ” punggung Fira tergeletak ke belakang

“AHHHHH…..” tubuh Fira tersentak kuat ketika lubang vaginanya kembali disodok oleh
batang kemaluan Pak Amin, Fira menyilangkan kedua tangannya di depan dada berusaha
melindungi buah dadanya yang terguncang-guncang dari tatapan mata pak Amin.

“Aduhhh,, !! Fira kamu makin nafsuin dehh… ”

Pak Amin menggenjot-ngenjotkan batang kemaluannya dalam-dalam. Laki-laki tua itu
cengengesan kemudian setelah melepaskan pergelangan kaki Fira sehingga kedua kaki
gadis itu terjuntai dipinggiran meja. “Cerita Nafsu

Kedua tangan Pak Amin mencekal pergelangan tangan gadis itu dan menekankannya
keatas meja , kini mata Pak Amin dapat menatap dengan jelas buah dada Fira yang
tergoncang-goncang kencang ketika Pak Amin menggenjot-ngejot , memompa vagina
gadis itu kuat-kuat.

“Ennnnhhh Ennhhh Enhhhh Owwwwww…….! Crrr Crrrr” Rengekan-rengekan Fira diakhiri
oleh lolongan panjangnya, lubang vagina Fira kembali berdenyut-denyut dengan nikmat.

“He he he…” Pak Amir menggenjotkan batang kemaluannya kuat-kuat kemudian tangan Pak
Amir menyelinap mendekap buah pantat Fira.

“Hupppp….!! ” Pak Amin menggendong tubuh Fira dari sebelah depan

Fira mengalungkan kedua tangannya pada leher Pak Amir kemudian

“Ahhhhh..,, Awwww,, Pakk ,, Aduhhhhhh,, ” Tubuh Fira terayun-ayun ketika Pak Amir
mengayunkan Batang kemaluannya.

“Cleppp Cleppppp,, Cleppppp,,,” suara-suara becek itu semakin keras terdengar ketika Pak
Amin menghentak-hentakkan batang kemaluannya dengan kasar, menyodok-nyodok
lubang bagina Fira tanpa memberi kesempatan sedikitpun bagi Fira untuk melawan.

Pak Amir terus mengocokkan batang kemaluannya kuat kuat , berusaha mengalahkan
benteng pertahanan Fira. Pak Amin mengeram sambil mengerahkan seluruh
kemampuannya dan “Owwwwwww,,, Aaaaaaaaaaa,,, Crrr Crrrrr Crrrrr” kepala Fira
terangkat keatas, kedua kaki mulus Fira yang menjepit pinggang Pak Amin mendadak
terlepas dan tergantung tanpa daya.

Pakk Amir mengecupi bibir Fira yang merekah , dikulumnya bibir mungil gadis itu kuat-kuat.
Pria itu menarik tubuh Fira dan kemudian mengatur posisi gadis itu dalam posisi doggy
style di atas lantai, Pak Amin asik berkutat dengan batang kemaluannya berusaha
menaklukkan lubang dubur Fira yang membandel.

“Jebollll…!! Hihhhhh…..!! ” Pak Amir menhentakkan kepala kemaluannya kuat-kuat,
“Unnnnggghhhhhh………” Fira mengeluh panjang ketika merasakan lubang duburnya dijebol
dengan paksa oleh batang kemaluan Pak Amin.

Berkali-kali tubuh Fira terdorong kuat ketika Pak Amin menghentak-hentakan batang
kemaluannya dengan kasar.

“Ahhh Ahhhh,, Ahhh Sakit,, pak Sakittt,, aduhhh ampunnn” Fira kesakitan ketika Pak Amin
menggerakkan batang kemaluannya dengan kasar memompa lubang anus Fira.

“Plokk Plokkk Plokkkkk… Plokkkk” suara benturan buah pantat Fira kini diiringi erangan
kesakitan gadis itu, laki-laki tua dengan jabatan satpam menyodominya dengan kasar dan
liar, semakin keras Fira mengerang semakin keraspula Pak Amin menghajar dan
menggenjoti lubang anus Fira dengan batang kemaluannya.

“Awwww….,, Ampunnn Akkhhh Ampun pakkkk…..” Fira menjerit – jerit kesakitan, Pak Amin
hanya terkekeh-kekeh sambil mengaduk-ngaduk lubang dubur Fira kemudian kembali
mengayunkan batang kemaluannya menyodomi Fira.

“Ampun Fira, Ampunnnn,, Awwwww,,, Ohhhhh Fira bool kamu seret amat kekekekeke” Pak
Amin malah mengejek Fira yang memohon ampunan darinya, sambil berkali-kali
menyentakkan batang kemaluannya kuat-kuat.

Pak Amin membungkukkan punggungnya meneduhi punggung Fira, kedua tangannya
merayap ke depan meremas-remas buah dada Fira. Telinga Pak Amin mendengar suara erangan Fira yang membuatnya semakin bergairah menyodomi lubang anus Fira yang
seret.

“Huahhhhggggg … Kecrottttt…. Crotttttttt” Pak Amin meremas-remas susu Fira kuat-kuat
sambil menghujamkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya kedalam lubang dubur Fira.

Setelah terengah-engah beberapa saat kemudian barulah Pak Amin mencabut batang
kemaluannya dari dalam lubang anus gadis Fira, gadis cantik itu terkulai lemas di atas
lantai.

Setelah mengecup-ngecup bahu Fira Pak Amin mengangkat tubuh Fira lalu ditidurkannya
gadis itu terlentang diatas meja dalam posisi kedua kakinya yang sengaja dibuat tertekuk
mengangkang lebar-lebar oleh laki-laki tua itu, kemudian Pak Amin menarik sebuah kursi
dan duduk dengan santai, berulang kali tangannya menjelajahi tubuh Fira yang sudah
tergeletak tanpa daya, meremas payudaranya, mengelusi dan mempermainkan vagina Fira.

Telapak tangan Pak Amin yang kasar tidak pernah merasa bosan untuk mengusap-ngusap
pangkal paha Fira yang lembut. Hari masih siang, Pak Amin berusaha secepat mungkin
mengumpulkan tenaganya agar dapat segera menyetubuhi gadis itu kembali dan merenguk
kenikmatan dari tubuh Fira yang terlentang dengan pasrah diatas meja.

“TAMAT”

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *